Selasa, 27 Desember 2022

10 Tips Mengelola Kemarahan Pada Anak

Sumber foto : pixabay

Marah adalah sikap yang menunjukkan pertentangan terhadap sesuatu yang dianggap tidak sesuai. Marah umumnya berkonotasi negatif karena seringnya sikap marah diluapkan secara berlebihan mulai dari verbal yang kasar hingga menyerang fisik. 



Namun, sikap marah ini tidak selamanya negatif. Asalkan bisa mengelola emosi dengan baik, agar luapan amarah bukan bersikap agresif, melainkan beralasan dan bersikap bijak dengan menekankan komunikasi yang dewasa untuk menyelesaikan sebuah konflik. 

Mengajarkan anak untuk mengelola amarahnya tentu perlu, daripada menekan anak supaya selalu bersikap sabar yang keliru dengan mengabaikan perasaannya hingga akhirnya menjadi terbiasa memendam emosinya sendiri tanpa mengkomunikasikannya dan dikhawatirkan justru menjadi pribadi yang people pleasure atau pribadi yang tidak enakan, susah untuk bilang tidak ketika dimintai sesuatu. 

Jadi, perasaan marah bukanlah suatu kesalahan jika memang penyebabnya jelas, tapi tentu saja harus diiringi dengan kontrol emosi yang baik agar sikap yang dihasilkan tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari.

"Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Az-Zainal dari ayahnya dari 'Urwah dari Al Ahnaf bin Qais berkata, telah mengabarkan kepadaku keponakanku, ia berkata, "Aku berkata kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah! Sampai-kanlah suatu perkataan kepadaku dan peringkaslah mudah-mudahan aku memahaminya.' Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan marah'. Lalu aku mengulanginya berkali-kali, semuanya dibalas Rasulullah dengan sabda, 'Jangan marah." (HR. Ahmad)


Bagaimana cara mengelola amarah untuk anak? Berikut ini tipsnya :


1. Jelaskan pada anak tentang apa itu kemarahan dan bagaimana cara mengelola emosi tersebut. 

2. Berikan contoh kepada anak tentang cara mengelola kemarahan secara efektif.

3. Ajarkan pada anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang tepat.

4. Dorong anak untuk mengekspresikan kemarahannya secara positif, misalnya dengan melakukan olahraga atau menulis diary.

5. Berikan pujian pada anak ketika ia berhasil mengelola kemarahannya dengan baik.

6. Ajarkan anak cara mengontrol napas ketika merasa marah, misalnya dengan mengambil napas dalam-dalam beberapa kali. Bisa juga dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah yaitu mengubah posisi badan hingga berwudhu. 

7. Beri anak waktu untuk menenangkan diri dan merenung sebelum mengambil keputusan atau bertindak saat merasa marah.

8. Ajarkan pada anak untuk meminta bantuan orang dewasa jika merasa tidak bisa mengelola kemarahannya sendiri.

9. Berikan anak contoh orang dewasa yang bisa mengelola kemarahannya dengan baik.

10. Bantu anak mencari solusi yang tepat untuk masalah yang membuatnya marah, sehingga ia tidak perlu merasa marah lagi di kemudian hari.


Itulah 10 tips mengelola kemarahan pada anak. Satu hal yang paling penting, yaitu orang tua harus terlebih dahulu belajar untuk mengelola kemarahan pada dirinya sendiri sebelum mengajarkannya ke anak. Karena yang paling membekas bagi anak seringkali bukanlah sekadar nasehat tetapi juga teladan. 


Demikianlah, 10 tips mengelola kemarahan pada anak. Semoga bisa membantu :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih mengunjungi wonderumma.blogspot.com,,
silahkan poskan komentar atau pertanyaan lewat blog ini..^^

Cara Mengetahui Gaya Belajar Anak Sesuai Karakternya

Assalamualaikum, Ayah Bunda. Alhamdulillah sudah memasuki hari ke-9 di bulan ramadhan kali ini, ya. Semoga selalu diberi kesehatan dan keber...